digital.islam

Peristiwa Hijrahnya nabi Muhammad

Selama 13 tahun berdakwah di Makkah, Rasulullah ﷺ dan para sahabat menghadapi berbagai penindasan, siksaan, serta tekanan dari kaum Quraisy. Dakwah tauhid dianggap mengancam kekuasaan mereka.Ketika keadaan semakin berat dan bahaya terus mengancam, Allah memerintahkan Nabi untuk berhijrah ke Madinah (Yatsrib) — tempat yang telah menyambut dakwah Islam dengan hati terbuka.Pada tahun 622 M (tahun ke-13 kenabian), Rasulullah ﷺ berangkat bersama Abu Bakar Ash-Shiddiq رضي الله عنه secara diam-diam pada malam hari.Mereka bersembunyi di Gua Tsur selama tiga hari untuk menghindari kejaran orang Quraisy yang berencana membunuh Nabi.

Dalam kesunyian gua, Abu Bakar berkata cemas, dan Nabi menenangkannya dengan sabda penuh keyakinan:> لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا

“Jangan bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.”

— (QS. At-Taubah: 40)

Setelah keadaan aman, keduanya melanjutkan perjalanan menuju Madinah.

Ketika tiba, mereka disambut dengan sukacita oleh kaum Anshar, dan gema takbir serta lantunan shalawat “Tala‘al Badru ‘Alaina” mengiringi kedatangan Nabi.

Sesampainya di Madinah, Rasulullah ﷺ segera:

1. Membangun Masjid Nabawi sebagai pusat ibadah dan dakwah.

2. Mempersaudarakan kaum Muhajirin (pendatang Makkah) dan Anshar (penduduk Madinah).

3. Membuat Piagam Madinah, dasar pemerintahan Islam pertama yang adil dan damai.

Peristiwa agung ini bukan sekadar perpindahan tempat, melainkan perpindahan dari kegelapan menuju cahaya iman, dari penindasan menuju kebebasan beribadah.

Karenanya, peristiwa ini dijadikan awal penanggalan Hijriyah bagi umat Islam.

🌟 Hikmah Hijrah

Mengajarkan pengorbanan dan keikhlasan demi tegaknya agama Allah.

Menunjukkan bahwa pertolongan Allah selalu dekat bagi orang beriman.

Menjadi simbol perubahan menuju kehidupan yang lebih baik — lahir dan batin.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top